14 September 2007

" Kisah Beruang "

Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan.

Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yg berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya..hup .. ia dapat menangkap seekor ikan kecil.

Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan, si ikan kecil itu meratap pada sang beruang,

"Wahai beruang, tolong lepaskan aku."

"Mengapa ?" tanya beruang.

"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu," rintih sang ikan.

"Lalu kenapa?" tanya beruang lagi.

"Begini saja,tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku utk memenuhi seleramu." kata ikan.

"Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang

"Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan !" jawab beruang sambil tersenyum mantap.

"Ops !" teriak sang ikan.

Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap :"Ohhhh... andaikan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dulu ..!!!?. Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita.

Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;....
Disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan;

Di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; ....
Dan dalam kondisi terburukpun selalu ada kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita....

Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar.

Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi kesempatan yang besar.

Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di : 

http://www.beraniegagal.com

13 September 2007

ISTI (Ikatan Suami Takut Istri)

Dikisahkan disuatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang adil dan negeri yang makmur. Namun ada sesuatu yang aneh dikerajaan itu, Sang raja memdapatkan informasi bahwa seluruh lelaki yang telah beristri alias berstatus suami semuanya pada takut pada istri masing-masing, sehingga merajalela peranan dan kedominanan para istri terhadap suami2 dikerajaan itu. Dikerajaan itu didirikan organisani ISTI (ikatan suami takut istri) oleh para suami sebagai wadah ngumpul dan saling curhat antar sesama mereka.

Saking parahnya kedominan an para istri sehingga membuat para lelaki harus rela menjalani peran seperti yang diminta oleh istri2 mereka. Mulai dari mengasuh anak, memasak, bahkan seluruh pekerjaan Dosmetik harus dilakukan oleh para suami atas perintah istri2 mereka. Para suami tersebut tidak mampu melawan kedominan an istri2 mereka, bahkan sampai nyari kutu dan uban si istri sambil ngerumpi beramai-ramai, para suami harus lakoni kalau diminta istrinya. Itulah akibat persamaan gender yang kebablasan.

Kondisi ini konon dialami oleh semua lelaki di kerajaan tersebut dan sang raja sangat ingin mengetahui secara langsung dan pasti apakah informasi yang diterima tentang kondisi ketakutan suami terhadap istri benar adanya.

Maka sang raja memerintahkan untuk mengumpulkan seluruh lelaki di kerajaan itu di alun-alun kerajaan yang begitu luas, tanpa ada terkecuali. Bagi lelaki yang tidak hadir akan diberikan hukuman bahkan sampai hukuman mati. Diumumkanlah oleh pihak kerajaan ke seluruh pelosok negeri tentang titah raja tersebut dan seluruh rakyat dipastikan mendengar informasi itu.

Pada waktu yang telah ditentukan berkumpullah semua rakyat seperti yang diperintahkan, bahkan para istri juga ikut berkumpul di alun-alun untuk menyaksikan apakan gerangan yang akan terjadi pada suami-suami mereka.

Suasana hening dan Hikmad begitu sang raja berdiri dipodiumnya. Setelah memberikan salam dan pidato pada rakyatnya, sampailah sang raja pada inti permasalahannya.

Wahai para suami-suami dikerajaan ku, apakah benar informasi yang saya terima bahwa kalian semua takut pada istri-istri kalian tanpa terkecuali? Tanya sang raja. Para suami tidak ada yang berani menjawab, malah jawaban yang terdengar adalah " Mereka harus tunduk pada perintah kami wahai sang raja" jawaban para istri-istri dari pinggir lapangan. Mendengar jawaban itu sang raja sangat terkejut dan masih belum yakin. Akhirnya sang raja bertitah, Saya perintahkan kepada kalian semua para suami : bagi yang merasa takut kepada istrinya agar berpindah tempat ke lapangan yang berada disebelah kiri saya dan yang tidak takut supaya tetap berada dilapangan sebelah kanan saya!!

Sesenyap suara gaduh dari langkah para suami terdengar, selang beberapa saat seluruh suami pindah kelapangan disebelah kiri sang raja, sehingga lapangan sebelah kanan sang raja kosong melompong tanpa ada tersisa satu orang pun. Melihat kondisi ini membuat sang raja sangat kecewa sekali dan tertunduk tanpa sepatah katapun . Kondisi alun-alun saat itu sangat hening dan sunyi sekali di tambah lagi dengan kekecewaan raja pada rakyatnya.

Tiba-tiba keheningan itu di pecahkan oleh langkah seorang suami yang melangkah dengan kepala tegak dan gagah perkasa menuju sisi lapangan disebelah kanan sang raja dan mengambil posisi ditengah lapangan berdiri dengan gagah berani. Seluruh pasang mata yang hadir tertuju pada sang suami tidak terkecuali sang raja. Dengan gembiranya sang raja melihat keadaan tadi dan berucap sambil bertepuk tangan :wahai sang suami, ternyata masih ada rakyatku yang gagah berani seperti engkau, berarti informasi selama ini tidak benar bahwa seluruh rakyatku takut pada istri-istri mereka, Rona kebahagiaan dan gembira terus terpancar di wajah sang raja.

Kemudian sang raja bertanya dengan nada kagum kepada suami tadi, Engkau begitu gagah berani rakyatku, apa yang membuat mu bisa gagah berani seperti sekarang ini dan pindah dengan gagahnya ke sisi lapangan sebalah kanan ku??

Si suami menjawab denga lugas, tegas dan singkat " Hamba disuruh istri hamba tuanku Raja" TWuwe we wew wewew weweweeweeeeeeeeeng, sang Raja Pingsan seketika dengan puluhan bintang berputar mengelilingi kepalanya!!!!!!!

Rewrote By : Hs Bartyu